Tren ‘Identity Play’ di Dunia Maya
Dikatakan bahwa secara teori, CMC menawarkan kesempatan untuk melakukan identity play. Sebelum menjelaskan lebih lanjut, mari kita pahami sedikit mengenai CMC. CMC atau Computer Mediated Communication adalah proses komunikasi yang melibatkan dua atau lebih jaringan computer.
Proses komunikasi ini terutama melibatkan format-format CMC seperti Instant Messaging, chat-room maupun e-mail. Saat ini bahkan pesan singkat melalui telepon selular juga termasuk ke dalam CMC.
CMC dapat mempengaruhi berbagai aspek interaksi kita dengan orang lain.
Dalam proses berinteraksi itu, kebanyakan dari penggunanya tidak melihat secara langsung orang yang berinteraksi dengan mereka, kecuali bila mereka sama-sama sepakat untuk memakai fasilitas webcam. Mungkin atas dasar itu juga, saat ini muncul tren identity play. Identity play adalah situasi dimana seseorang memainkan peranan lain diluar dirinya sendiri. Ia dapat berpura-pura menjadi diri orang lain dengan memalsukan identitas ataupun memainkan karakter sebagai orang lain.
Proses ini dapat dikaitkan dengan teori Johari Window. Johari Window atau Jendela Johari merupakan salah satu cara untuk melihat dinamika dari self-awareness, yang berkaitan dengan perilaku, perasaan, dan motif kita (sumber: http://spss.wordpress.com/2007/04/23/johari-window/)
Terdapat empat kuardran teori Johari Window, yaitu:
- Kuadran 1 (Open) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri dan orang lain.
- Kuadran 2 (Blind) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh orang lain, tetapi tidak diketahui oleh diri kita sendiri.
- Kuadran 3 (Hidden) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang diketahui oleh diri kita sendiri, tetapi tidak diketahui oleh orang lain.
- Kuadran 4 (Unknown) merujuk kepada perilaku, perasaan, dan motivasi yang tidak diketahui, baik oleh diri kita sendiri ataupun oleh orang lain.
(sumber: http://spss.wordpress.com/2007/04/23/joh…)

Dari teori diatas dapat dikatakan bahwa:
1.Bila seseorang memainkan peran open, maka dapat dikatakan bahwa ia tidak sedang memainkan identity play. Hal ini disebabkan karena, orang tersebut secara terbuka mengungkapkan dirinya, orang lain juga dapat melihat secara transparan karakter dirinya. Dalam dunia maya, orang dapat masuk ke dalam kuardran open bila ia berinteraksi dengan seseorang yang memang sudah dikenal baik..
2. Terdapat karakter maupun perasaan dalam diri kita sendiri yang terkadang diketahui oleh orang lain, namun kita sendiri tidak menyadarinya.Bisa saja dalam berinteraksi, lawan bicara kita meengintepretasikan sifat dan karakter kita melalui cara bicara kita, atau dari hal-hal lain yang kita tunjukkan.
3. Ada beberapa perasaan maupun sifat dari kita sendiri yang tidak ingin diketahui orang lain. Bila hal tersebut terjadi, maka kita dapat dikatakan sedang memainkan peran hidden dalam kuardran ketiga.
4. Perilaku yang baik orang lain maupun diri kita sendiri tidak mengetahui.
Dapat dikatakan bahwa, dalam melakukan identity play hanya peranan Hidden yang paling efektif digunakan.