Progres Jurnal CMC: Efektivitas Penggunaan media online dalam Kampanye Capres 2009
April 17th, 2009 by feegreenyMaraknya penggunaan media online sebagai sarana kampanye tampakanya sudah menjadi fenomena yang sedang terjadi sekarang. Walaupun bukan pelopor, Barrack Obama mungkin dapat dikatakan sebagai salah satu tokoh politik yang paling mengambil peran dalam mempopulerkan Kampanye Online. Di Indonesia, sejak beberapa waktu yang lalu juga sudah mulai terpengaruh oleh fenomena ini. Tidak sedikit tokoh-tokoh politik dan Calon Presiden 2009 yang memiliki situs-situs mereka. Bahkan beberapa dari mereka juga memiliki account di situs jaringan sosial seperti Facebook.
Seperti yang dikatakan dalam buku Computer Mediated Communication dalam bab Political Communication in CMC, penggunaan internet memungkinkan semua orang siapapun itu untuk dapat menjangkau dunia, dan berkomunikasi mewakili suatu kelompok. Kita juga dapat melaporkan berita atau even-even yang terjadi di sekitar kita. CMC dalam politik berfungsi untuk menghadapi kekuatan pemerintah dan menghindari kekuasaan yang terlalu dominan. Selanjutnya dikatakan pula bahwa, Komunikasi via online dapat membantu meningkatkan kesadaran politik, partisipasi, dan meningkatkan toleransi akan dialog yang lebih terbuka antar sesama orang.
Atas dasar fenomena tersebut, penelitian ini dilakukan. Berikut adalah situs-situs Capres yang dibandingkan:
- Prabowosubianto.info
- Poswiranto.com
- Soetrisnobachir.com
- Bang Yos.com
- Hbforri.com
Kelima situs tersebut akan diukur efektivitasnya dalam rangka mengkampanyekan Capres 2009. Menurut Soewarno Handayaningrat (1983), Efektivitas adalah pengukuran dalam arti terperincinya sasaran atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Pertama, Kelima situs tersebut diukur popularitasnya dengan melihat peringkatnya. Peringkat situs-situs tersebut dicari dengan menggunakan situs penghitung peringkat, yaitu Alexa (www.alexa.com).
Menurut Donna Eder dalam bukunya The Cycle of Polularity,Popularitas adalah kualitas seseorang yang dilihat berdasarkan seberapa jauh ia disukai, dan diketahui secara umum. Popularitas biasanya menghasilkan rasa hormat yang datang dari dua arah. Pertama, orang yang populer tersebut dihormati oleh orang lain yang seumuran dengannya dan akan terus dihormati sebab orang tersebut menganggap bahwa ia memang pantas mendapatkan nilai tersebut. Kedua, biasanya orang yang cenderung tidak menyukai orang lain itu juga dapat menjadi populer sebab hal tersebut dinilai cukup menghasilkan perhatian dari orang lain.
Berdasarkan hasil analisis dari situs Alexa, hasil yang didapat untuk kelima situs tersebut adalah sebagai berikut:
1. Hbforri.com
Traffic Rank : 506,619
Avg. Time on site : 4.5 min/day
2. Soetrisnobachir.com
Traffic Rank : 747,513
Avg. Time on site : 3.4 min/day
3. Prabowosubianto.info
Traffic Rank : 1,007,463
Avg. Time on site : 2.9 min/day
4. Bang Yos.com
Traffic Rank : 1,111,775
Avg. Time on site : 5.4 min/day
5. Poswiranto.com
Traffic Rank : 2,129,269
Avg. Time on site : 1.8 min/day
Situs Sri Sultan Hamengku Buwono X, menduduki peringkat pertama diantara kelima situs tersebut. Namun peringkat lamanya pengunjung situs berada pada halaman situsnya kalah dari situs Sutiyoso yang rata-rata pengunjungnya menghabiskan waktu sekitar 5 menitan dalam situsnya.
Kelima situs ini peringkatnya telah terus naik terutama pada waktu pasca Pemilu legislatif 2009, dan masih berkemungkinan terus naik sampai Pemilu Presiden 2009 nanti.
Pengukuran Traffic Rank Alexa diukur dengan mengkombinasikan jumlah pengunjung situs harian selama 3 bulan berturut-turut. Kombinasi tersebut menghasilkan angka-angka yang menentukan peringkat mereka. Semakin sering situs mereka dikunjungi, maka semakin tinggi pula peringkat mereka.
Sedangkan lama kunjungan situs dihitung berdasarkan lamanya pengunjung menghabiskan waktu menelusuri situs tersebut. Bila si pengunjung membuka situs lain pada saat yang bersamaan dan browsing pada situs lain, maka waktu akan terhenti dan tidak lagi dihitung untuk situs yang sebelumnya dibuka.
Berikut adalah grafik tingkat kenaikan situs tersebut selama 3 bulan (Periode Feb-Apr 09):

Kelompok 1:
August Vivien J (04120060057)
Suharyatin Isnaenah (04120060004)
Diperkosa Teman Chatting, hati-hati!
April 17th, 2009 by feegreenyFenomena kejahatan yang terjadi tersebut merupakan hal yang lumrah saja ada kesempatan dimana saja pasti bisa terjadi. Kita sebagai pengguna internet juga harus berhati – hati jangan sampai terkena bujuk rayu orang yang tidak bertanggung jawab. Itu tergantung dari kta masing – masing juga,
Berhati-hatilah! Janganlah kau mencantumkan informasi yang terlalu pribadi. Meskipun penyedia layanan itu berjanji merahasiakan informasi pribadimu, tetap saja ada kemungkinan pembobolan oleh cracker yang tak bertanggung jawab. Kalau kurang hati-hati, bisa-bisa kau mengalami “pemerkosaan” seperti pada kasus berikut ini.
Kejadian tersebut terjadi karena kebodohan si korban tersebut, terlalu mudah untuk di tipu, Dikutip detikINET dari PressAssociation, Rabu (18/3/2009), sang cracker gemar memaksa para gadis untuk mengiriminya adegan yang tidak senonoh. Jika permintaan tersebut tidak dipenuhi, tersangka mengancam akan menyebarluaskan informasi personal di komputer korban yang telah diraupnya.
Dari buku Computer mediated communication, Cyber – Crime and Internet Fraud hal yang terjadi tersebut berdasarkan karena kebodohan dari korban tersebut, di karenakan adanya ancaman – ancaman yang ada. Gadis – gadis tersebut merasa takut dan akhirnya Ia memberikan apa yang pria itu inginkan. Bahkan selain foto diri bernuansa seks, para gadis juga dipaksa untuk beradegan mesum di depan webcam. Salah seorang korban bersaksi bahwa pelaku memintanya mengirim foto saat sedang mandi. Hal ini sudah banyak terjadi bukan hanya di Indonesia tapi di berbagai Negara di belahan dunia lainnya.
Berbagai macam alibi yang di lakukan, si gadis menjadi tertarik, dan akhirnya terjadi pertemuan diantara kedua belah pihak, kejahatan ini murni karena penipuan yang di lakukan tersangka. Kejadian ini yang terjadi murni juga bisa di katakana karena kebodohan dari gadis itu juga, kenapa Ia mau melakukan pertemuan di kos kosan harusnya jika melakukan pertemuan di luar, atau di tempat yang aman, di café, mall, yang banyak dengan kerumunan orang, yang tidak sangat tersembunyi seperti itu.kekersan di atas merupakan dari tipe of cybercrime. Perempuan di manapun selalu menjadi objek dari kejahatan yang ada di dunia maya tersebut, perempuan di suruh melakukan adegan – adegan sex di dunia maya,
Fenomena pangaruh dari berbagai alat multimedia yang sangat dengan mudah di akses menimbulkan berbagai macam kejahatan yang sangat membahayakan bagi para wanita terutama. Cybercrime merupakan fenomena sosial yang membuka cakrawala keilmuan dalam dunia hukum, betapa suatu kejahatan yang sangat dasyat dapat dilakukan dengan hanya duduk manis di depan computer. Cybercrime merupakan sisi gelap dari kemajuan tehnologi komunikasi dan informasi yang membawa implikasi sangat luas dalam seluruh bidang kehidupan karena terkait erat dengan economic crime dan organized crimes.
Menggunakan teori uses gratification theory cybercrime seperti ini Kejahatan dalam bidang teknologi informasi secara umum dapat dikategorikan menjadi dua kelompok. Pertama, kejahatan biasa yang menggunakan teknologi informasi sebagai alat bantunya. Dalam kejahatan ini terjadi peningkatan modus dan operandinya dari semula menggunakan peralatan biasa, sekarang telah memanfaatkan teknologi informasi. Dampak dari kejahatan biasa yang telah menggunakan teknologi informasi ternyata berdampak cukup serius, terutama jika dilihat dari jangkauan dan nilai kerugian yang ditimbulkan oleh kejahatan tersebut. Internet (interconnected Network) adalah konvergensi telematika yang merupakan perpaduan antara teknologi komputer, media dan teknologi informasi. Internet merupakan jaringan komputer yang terdiri dari ribuan bahkan jutaan jaringan komputer independent yang dihubungkan satu dengan yang lainnya. Jaringan ini dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sosial, ekonomi, politik, militer bahkan untuk propaganda maupun terorisme.
Cyberspace sebagai wahana komunikasi yang berbasis computer (computer mediated communication), banyak menawarkan realitas baru dalam berinteraksi dalam dunia maya. Adanya interaksi antar pengguna cyberspace telah banyak terseret ke arah terjadinya penyelewengan hubungan sosial berupa kejahatan yang khas yang memiliki karakteristik berbeda dengan tindak pidana konvensional yang selama ini sudah dikenal. Namun ada juga yang berpandangan bahwa kejahatan melalui internet (cybercrime) memiliki kesamaan bentuk dengan kejahatan yang ada di dunia nyata. Tubagus Ronny Rahman Nitibaskara, Ketika Kejahatan Berdaulat: Sebuah Pendekatan Kriminologi, Hukum dan Sosiologi (Jakarta: Peradaban, 2001) (buku di web, www.google.com/bukucybercrime).
Dalam rangka menanggulangi cybercrime, pemerintah Indonesia sendiri belum membuat satu undang – undang yang pasti, jadi kejahatan dunia maya ini masih banyak sering terjadi, karena kejahatan dunia maya ini masih terselubung.
<!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:roman; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:595.3pt 841.9pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:35.4pt; mso-footer-margin:35.4pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-fareast-language:EN-US;}
Kelompok 1:
August Vivien J (04120060057)
Suharyatin Isnaenah (04120060004)
Friendster vs Facebook
Maret 6th, 2009 by feegreenyBeberapa tahun terakhir, dunia seakan telah digegerkan dengan munculnya berbagai situs jaringan sosial. Dengan semakin mudahnya akses internet, orang-orang pun berbondong-bondong membuat profil mereka di situs jaringan sosial tersebut. Sebenarnya hal istimewa apa yang membuat situs jaringan sosial semakin banyak dinikmati orang-orang? Situs jaringan sosial adalah sebuah komunitas online dimana orang-orang dengan minat dan hobi yang sama dapat berkumpul dan berinteraksi.
Anda tentu pernah mendengar situs Friendster dan Facebook, atau mungkin anda adalah salah satu pengguna kedua situs tersebut. Friendster dan Facebook adalah dua dari sekian banyak situs jaringan sosial yang ada saat ini. Sebelum Facebook muncul, situs jaringan sosial Friendster merupakan situs nomor satu dia Asia dengan jumlah pengguna di Asia saja mencapai 55 juta pengguna, sedangkan total pengguna Friendster di seluruh dunia diklaim berjumlah sekitar 75 juta pengguna. Namun beberapa waktu terakhir sepertinya Friendster harus bersiap-siap untuk gigit jari, sebab pesaingnya yakni Facebook telah mengklaim bahwa jumlah penggunanya telah mencapai 132 juta pengguna. Kepopuleran Facebook tentu sangat menakjubkan. Ia didirikan pada tahun 2004, berbeda 2 tahun dengan Friendster yang telah lebih dulu ada sejak tahun 2002; oleh seorang lulusan Harvard. Awalnya pengguna Facebook terbatas hanya untuk siswa Harvard College. Namun pada tahun 2006, Facebook mengumumkan bahwa situsnya telah bebas diakses oleh siapapun.
Dilihat dari sudut pandang situsnya, Facebook memang menyediakan aplikasi-aplikasi yang jauh lebih variatif dibanding Friendster. Namun selain aplikasi, Facebook tentu memiliki kelebihan lain. Situs Facebook menyediakan pilihan Network yang dapat anda pilih. Dengan memilih networking anda secara otomatis, Facebook akan memberikan sederetan profil-profil pengguna lain yang mungkin anda kenal.
Peningkatan jumlah pengguna Facebook juga dipengaruhi oleh ‘Word of mouth’ marketing yang mungkin kebanyakan terjadi secara tidak sengaja. Word of mouth adalah penyampaian informasi dari orang ke orang. Penulis sendiri juga mengalami hal serupa. Awal kepemilikan account di Facebook adalah karena mendengar dari seorang teman. Terbayang saja bila berapa banyak pengguna baru yang bisa bertambah di Facebook hanya dengan word of mouth.
Selain word of mouth, diperkirakan rata-rata pengguna facebook adalah mantan pengguna Friendster yang telah merasa jenuh dengan aplikasi Friendster yang itu-itu saja. Bila anda bisa mendapat yang lebih baik, mengapa harus tetap bertahan pada yang lama? Sebagai pengguna Facebook, anda juga tetap bisa tetap mengupdate profil anda setiap saat dari smart phone anda. Seperti yang telah kita ketahui sebelumnya juga bahwa saat ini pengguna smartphone semacam Blackberry atau Iphone juag telah merebak. Facebook menyediakan aplikasi yang dapat anda unduh ke dalam ponsel pintar anda. Memang Friendster juga menawarkan hal serupa, namun berbeda. Pengguna Friendster hanya diberi keistimewaan untuk menerima pesan saat ada update baru pada profile anda. Sedangkan pengguna Facebook tidak hanya akan menerima update terbaru, namun juga bisa mengupdate profil mereka sendiri. Yang lebih menarik lagi, aplikasi Facebook pada ponsel pintar anda juga memungkinkan anda untuk mengupload foto-foto terbaru anda yang mungkin baru anda ambil dengan ponsel anda. Menarik kan? Hal itu mungkin menjelaskan bahwa tiap-tiap individu dlahirkan dengan sifat narsis. Sebab menurut data dari wikipedia, Facebook telah menjadi situs foto nomor satu mengungguli situs Flickr di Amerika Serikat. Cukup ironis mengingat Flickr merupakan situs yang dikhususkan untuk foto saja.
Hal lain yang membuat Facebook lebih menarik ketimbang Friendster adalah kemampuannya yang memungkinkan anda untuk memilih jaringan berdasarkan sekolah, universitas, tempat kerja, serta wilayah geografis. Bila seseorang yang anda suka juga mempunyai account Facebook, anda dapat memilih opsi untuk ‘tampilkan lebih banyak mengenai orang yang dipilih. Maka secara otomatis Facebook akan memberi news feed lebih banyak mengenai orang tersebut.
Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Facebook
http://en.wikipedia.org/wiki/Word_of_mou…
http://thinkubator.ccsp.sfu.ca/FacebookT…
Ajeng friesiana 04120040215
Suharyatin Isnaenah 04120060004
August vivien Jocelyn 04120060057
Internet dan Budaya Prosumer
Maret 6th, 2009 by feegreeny <!– /* Font Definitions */ @font-face {font-family:”Cambria Math”; panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; mso-font-charset:1; mso-generic-font-family:roman; mso-font-format:other; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:0 0 0 0 0 0;} @font-face {font-family:Calibri; panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4; mso-font-charset:0; mso-generic-font-family:swiss; mso-font-pitch:variable; mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;} /* Style Definitions */ p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal {mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-parent:””; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:0cm; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraph, li.MsoListParagraph, div.MsoListParagraph {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpFirst, li.MsoListParagraphCxSpFirst, div.MsoListParagraphCxSpFirst {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpMiddle, li.MsoListParagraphCxSpMiddle, div.MsoListParagraphCxSpMiddle {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:0cm; margin-left:36.0pt; margin-bottom:.0001pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} p.MsoListParagraphCxSpLast, li.MsoListParagraphCxSpLast, div.MsoListParagraphCxSpLast {mso-style-priority:34; mso-style-unhide:no; mso-style-qformat:yes; mso-style-type:export-only; margin-top:0cm; margin-right:0cm; margin-bottom:10.0pt; margin-left:36.0pt; mso-add-space:auto; line-height:115%; mso-pagination:widow-orphan; font-size:11.0pt; font-family:”Calibri”,”sans-serif”; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoChpDefault {mso-style-type:export-only; mso-default-props:yes; mso-ascii-font-family:Calibri; mso-ascii-theme-font:minor-latin; mso-fareast-font-family:Calibri; mso-fareast-theme-font:minor-latin; mso-hansi-font-family:Calibri; mso-hansi-theme-font:minor-latin; mso-bidi-font-family:”Times New Roman”; mso-bidi-theme-font:minor-bidi; mso-ansi-language:EN-US; mso-fareast-language:EN-US;} .MsoPapDefault {mso-style-type:export-only; margin-bottom:10.0pt; line-height:115%;} @page Section1 {size:612.0pt 792.0pt; margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt; mso-header-margin:36.0pt; mso-footer-margin:36.0pt; mso-paper-source:0;} div.Section1 {page:Section1;} /* List Definitions */ @list l0 {mso-list-id:107354743; mso-list-type:hybrid; mso-list-template-ids:-1083820498 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715 67698703 67698713 67698715;} @list l0:level1 {mso-level-tab-stop:none; mso-level-number-position:left; text-indent:-18.0pt;} ol {margin-bottom:0cm;} ul {margin-bottom:0cm;} –>
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:”Table Normal”;
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:””;
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin-top:0cm;
mso-para-margin-right:0cm;
mso-para-margin-bottom:10.0pt;
mso-para-margin-left:0cm;
line-height:115%;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:11.0pt;
font-family:”Calibri”,”sans-serif”;
mso-ascii-font-family:Calibri;
mso-ascii-theme-font:minor-latin;
mso-hansi-font-family:Calibri;
mso-hansi-theme-font:minor-latin;
mso-ansi-language:EN-US;
mso-fareast-language:EN-US;}
Kelompok 1
Saya setuju dengan pernyataan ini, para penggunaan internet pada saat ini sangat banyak sekali sehingga banyak sekali segal macam bentuk informasi yang tidak layak untuk di informasikan kepada khalayak. Semakin pesatnya para pengguna internet dewasa ini banyak melakukan hal – hal yang tidak berguna untuk di lakukan. Adanya budaya informasi gratis yang sekarang ini sedang booming, padahal informasi tersebut hanya satu hal yang sangat biasa, dan tidak berdampak apa – apa terhadap budaya, dan perkembangan informasi yang terbaru bagi manusia. Teknologi berlari sedemikian cepatnya, sehingga manusia pun tidak lagi dapat melakukan adaptasi melalui evolusi tetapi harus melakukan revolusi. Kebodohan tidak terjadi karena buta huruf, tetapi sudah naik level menjadi buta teknologi atau buta digital.Internet dan budaya professional consumer tetapi hal ini tidk akan efektiv, karena lebih baik informasi yang di terima sedikit tetapi informasi tersebut relevan, dan bermanfaat, informasi yan tersedia tidak harus melebihi dari batas kuota dari perkembangan informasi yang dibutuhkan, sehingga memberikan satu informasi yang sangat baik, dan informasi tersebut menjadi informasi yang professional. Revolusi yang telah terjadi dan akan semakin cepat menular adalah revolusi budaya masyarakat dalam memperoleh akses informasi. Yang pertama adalah budaya keterbukaan informasi. Ketika kita sudah memutuskan untuk menghubungkan diri kita secara online melalui internet, sebetulnya saat itu pula kita telah menyetujui klausul keterbukaan informasi. Nyaris tidak ada lagi informasi yang bisa ditutup-tutupi dalam dunia internet. Segala macam informasi dapat ditelusuri secara mudah dan cepat tanpa batas wilayah dan waktu. Mesin pencari Google mampu menghubungkan dengan beragam sumber informasi sesuai kebutuhan. Tugas manusia adalah memilah kebenaran informasi-informasi tersebut. Yang kedua adalah budaya memberi dan menikmati. Para pengakses informasi di dunia maya sudah bertransformasi menjadi prosumer – produser sekaligus konsumer informasi. Kini, informasi tidak lagi hanya dapat dihasilkan oleh sebuah perusahaan media, namun para pembacanya pun secara aktif menyampaikan beragam informasi, yang terkadang dengan analisis lebih mendalam. Budaya informasi gratis pada saat ini menjadikan satu bagian yang merupakan satu gaya membuat orang tertarik untuk membuka internet, karena gratis!!!.
Internet bisa memberikan informasi yang sifatnya mendidik, positif dan bermanfaat bagi kemaslahatan ummat manusia. tapi juga bisa dijadikan sebagai lahan kejelekan dan kemaksiatan. Hanya etika, mental dan keimanan masing² lah yang menentukan batas² nya. Saking pesatnya perkembangan internet pada saat ini menjadikan banyak informasi yng tidak bermanfaat untuk disajikan kepada khalayak, seperti situs pornografi, informasi – informasi yang tidak jelas, terutama jika hal – hal tersebut di lihat oleh orang yang belm bisa memilah mana yng baik, dan mana yang benar. Denagn adanya dmpak seperti itu pemerintah, ataupun instansi pemerintahan dimana saja harus membuat undang – undang tentang kejahatan Cyber, kejahatan pembobolan kartu kredit, itu sangat merugikan sekali. Banyak sekali orang yang dirugikan karena hal tersebut. Karna seseorang yang membuat kejahatan terbut secara tidak langsung Mereka telah membuat suatu informasi yang tidak penting untuk para Khalayak rami pengguna internet, apalagi Prosumer. Penggunaan internet tidak hanya dilakukan dengan menggunakan computer, atau laptop saja, tetapi menggunakan Hp pun sudah memiliki fasilitas internet denagn kecepatan yang tinggi. Sangat cnggih sekali sehingga informasi yang di butuhkan sangat membludak sekali, bahkan piranti lunak Blackberry sudah dapat denagn mudah di akses dimana saja, kapan saja untuk memberikan informasinya kepada khalayak, nah dari munculnya piranti lunk tersebut, kebutuhan akan informasi Internet bertambah pesat.
Kita sebagai seseorang yang menggunakan informasi yang tersedia dari internet, harus sepintar pintarnay kita dalam menilai informasi yang disajikan. Semua hal baik itu yang bermanfat atau tidak itu tergantung dari kita sendiri yang memaparkannya, dan menilainya tentang informasi itu sendiri. Revolusi budaya dalam akses informasi ini menjadi tantangan sekaligus peluang baru bagi para penyedia informasi (dan para penikmat informasi – prosumer). Mereka harus inovatif mencipta model bisnis baru untuk bertahan dan bahkan menjadi jawara di dunia baru ini. Jangan lupa juga, harus dipastikan bahwa inovasi yang dilakukan berjalan lebih cepat dari revolusi budaya yang terjadi.
Ajeng friesiana 04120040215
Suharyatin Isnaenah 04120060004
August vivien Jocelyn 04120060057
The New Media World
Februari 20th, 2009 by feegreenyMembicarakan teknologi memang tidak ada habisnya. Semakin lama teknologi berkembang semakin cepat. Bahkan sering tanpa kita sadari. Apakah anda salah satu penggemar dan pengikut setia teknologi? Tahukah anda akan fenomena-fenomena yang sedang terjadi dalam dunia teknologi saat ini? Terkadang kita sendiri juga dibuat terheran-heran dengan kemunculan teknologi yang semakin tidak kita sangka. Bahkan mungkin terkadang kita berpikir,”Hmm…kok bisa yaa??”. Namun memang itulah yang sedang terjadi saat ini. Manusia semakin banyak disuguhkan teknologi. Dimanjakan teknologi. Ada yang setuju ada juga yang tidak. Ada yang suka ada juga yang tidak. Untuk lebih lanjutnya, mari kita bahas satu per satu fenomena teknologi saat ini.
Teknologi berkembang sangat pesat seiring dengan berjalannya waktu. Semakin lama, manusia pun semakin dimanjakan dengan adanya penemuan-penemuan baru dalam teknologi. Semakin dimudahkan dengan banyaknya penemuan baru yang diciptakan oleh manusia itu sendiri juga. Dikatakan bahwa Manusia adalah Tuhannya sendiri. Ia tahu apa saja, dapat menjadi siapa saja, dan ia dapat berada dimana saja. Berawal dari revolusi media, yaitu dengan kemunculan internet pada tahun 90an. Internet yang pada awal ditemukan hanya dapat dipakai oleh kalangan tertentu, saat ini sudah bisa dipakai oleh semua orang dimana saja, kapan saja. Kemunculan internet itu pun mengakibatkan segala sesuatu yang berhubungan dengan ‘Media Lama’ berangsur-angsur hilang.
Dimulai dari mesin cetak Gutenberg, tersedianya internet saat ini, mungkin banyak orang yang merasa media cetak sudah tidak terlalu lagi diperlukan sebagai santapan utama dalam mengkonsumsi informasi. Lalu masih ada radio dan televisi yang juga sudah dapat kita akses melalui internet. Namun dengan tersedianya internet secara bebas, orang-otang menjadi cenderung untuk mengabaikan copyright. Maka untuk mengikuti perkembangan itu, saat ini hukum hak cipta pun dibuat semakin ketat. Hukum baru diciptakan juga bagi hal-hal yang tidak terdaftar hak ciptanya. Contohnya situs Napster, situs yang menyediakan beribu-ribu lagu yang dapat diunduh secara gratis. Situs tersebut akhirnya dituntut karena dianggap melanggar hak cipta dalam mendistribusikan lagu-lagu secara gratis. Seiring dengan ditutupnya situs Napster, muncul berbagai situs-situs lain yang berlomba-lomba menarik minat pengguna. Contoh situs-situs yang bermunculan setelah itu adalah Google News, Wall Street Journal, OhMyNews yang saat ini menyandang juara sebagai situs penyedia berita terbesar yang ditulis oleh ratusan jurnalis, lalu masih ada Flickr sebagai tempat anda memamerkan berbagai foto-foto anda , serta Youtube sebagai penyedia ribuan video yang bisa anda tonton. Kemunculan situs-situs tersebut mengakibatkan munculnya fenomena yang dikenal dengan istilah
‘Prosumer’ atau Producer Consumer. Mengapa disebut demikian? Mudah saja, dengan teknologi yang ada, semua orang bebas memasukkan semua karya mereka baik dalam bentuk tulisan, video, lagu, atau apapun kedalam internet
melalui situs-situs tersebut. Selain memasukkan karya mereka, para pengguna juga bebas mengunduh ataupun hanya sekedar menontotn dan membaca hasil karya pengguna lainnya di seluruh dunia.
Karena itulah para pengguna ini disebut sebagai Prosumer. Situs-situs blog pun menjadi lebih berpengaruh ketimbang media-media cetak. Padahal tingkat akurasinya jelas berbeda.
Selain fenomena prosumer, muncul pula istilah ‘Identity Play’. Apa itu identity play? Tentu anda sudah bisa menebak dari istilah tersebut, atau mungkin anda pun merupakan salah seorang pengguna
yang senang melakukan identity play. Ya, identity play adalah permainan identitas dalam dunia maya. Seseorang bisa menjadi siapa saja dalam dunia maya. Kemunculan fenomena identity play kemudian diikuti juga dengan diluncurkannya Avatar, yang memungkinkan anda untuk membuat virtualisasi visual anda dalam dunia maya.
Media konvensional terutama media cetak sangat terasa nuansa pengiriman informasi satu arah yang sangat lambat. Media radio dan TV yang diintegrasikan dengan kemampuan talkshow didukung fax dan telepon, memungkinkannya lebih bersifat dua arah daripada media cetak. Ciri khas media konvensional itu, selain lebih bernuansa satu arah, peralatan di sisi pemirsanya (jika dibutuhkan) relatif murah, terutama media cetak dan radio. Media baru seperti Internet, yang sangat kontradiktif dengan media konvensional, kemampuan interaksi dan customisasi-nya menjadi sangat tinggi. Bagi yang hidup 80-90 persen di Internet, terutama yang aktif di berbagai mailing list - (milis) tempat diskusi di Internet yang sangat interaktif - maka hampir pasti jarang membaca detil koran dan majalah yang ada. Paling cukup melihat judul artikel dan sedikit browsing untuk melihat akurasi beritanya. Mengapa hal itu terjadi? Para pengguna aktif Internet biasanya sudah memperoleh inside information dari berbagai diskusi di milis tersebut. Sehingga, informasi di majalah dan media konvensional, biasanya sudah “basi” untuk mereka. Perkembangan media akan sangat berkembang pesat sampai perkembangan akhir zaman dan tidak ada abisnya, hamper setiap detik, menit, dan jam media melalui proses pembaharuan – pembaharuan di belahan dunia. Perangkat media computer yang berkembang pesat sehingga membuat banyak media melalui banyak revolusi perubahan. Manusia di ibaratkan seperti tuhan yang berada dimana – mana, dan yng mengedalikan segalanya. Media berevolusi dari pengalaman–pengalaman yang telah terjadi pada diri manusia.
Banyak orang memprediksi bahwa media-media lama akan benar-benar hilang di masa depan nanti bila teknologi ini terus berkembang. Memang benar, bila anda sudah dapat melakukan segala hal hanya dalam satu langkah, untuk apa bersusah-payah melakukan hal-hal yang merepotkan. Bukan tidak mungkin bila satu hari nanti, kita hanya memerlukan sebuah chip kecil yang dapat menampung ribuan data anda. Atau bukan tidak mungkin juga bila suatu hari nanti kita hanya memerlukan sebuah chip plastik untuk membaca dan memperoleh informasi yang kita inginkan.
Bagaimana menurut anda? Bila diharuskan memilih, media mana yang akan anda pilih? Apakah anda tetap lebih memilih setia pada media lama, atau lebih memilih media baru dengan segala kemudahan yang ditawarkan? Pilihan apapun yang anda pilih tentu ada plus minusnya. Kredibilitas media lama seperti media cetak tentu sudah tidak diragukan lagi. Berita dan informasi yang disajikan walaupun lebih telat ketimbang media online tentu lebih akurat. Sedangkan bagi anda yang memilih media baru, kekurangannya tentu anda sudah pernah merasakan sendiri. Baiknya adalah kecepatan berita dan informasi yang disampaikan. Anda dapat secara cepat menerima ataupun membaca berita-berita terkini tanpa perlu ribet berjalan dan mencari media cetak seperti koran. Buruknya adalah keakurasian berita dan informasi tersebut. Orang-orang yang memposting berita dan informasi belum tentu orang yang benar-nar profesional. Seperti fenomena yang disebutkan, yaitu Prosumer. Siapa saja bisa menjadi Produser dari berita dan informasi yang disajikan. Siapa saja termasuk jurnalis dan orang awam. Sarannya adalah pilihlah baik-baik sumber informasi online yang akan anda konsumsi. Sebab dalam dunia maya seperti ini, segala realita dapat saja dimanipulasi oleh siapa saja dalam kehidupan kedua mereka. Tetap waspada dengan dunia maya yang anda telusuri dan nikmatilah segala kemudahan yang ia berikan.
Ajeng Friesiana 04120040215
Suharyatin Isnaenah 04120060004
August Vivien Jocelyn 04120060057
youtube sebagi media persuasi
Februari 13th, 2009 by feegreenyPenggunaan Youtube sebagai Sarana Komunikasi Persuasif
Siapa sih yang tidak kenal Youtube? Youtube adalah salah satu situs paling tersohor saat ini. Bila anda salah satu pengguna Youtube, tentu anda sudah tau bahwa Youtube adalah situs untuk
menonton, mengunduh, bahkan memasukkan video anda. Bisa dikatakan, Youtube merupakan salah satu sumber yang menyediakan paling banyak kategori video. Mungkin itulah salah satu
sebab pengguna Youtube semakin banyak saat ini. Banyaknya pengguna Youtube saat ini mungkin menjadi salah satu dasar para politikus membuat kampanye dan memasukkannya ke Youtube.
Dimasukkannya video kampanye ke Youtube didaari oleh faktor keefektifan komunikasi persuasif. Komunikasi persuasif adalah komunikasi yang bertujuan untuk merubah atau mempengaruhi
kepercayaan, sikap, dan perilaku seseorang sehingga bertindak sesuai dengan apa yang diharapkan oleh komunikator.
Pada umumnya sikap-sikap individu/ kelompok yang hendak dipengaruhi ini terdiri dari tiga komponen:
1. Kognitif - perilaku dimana individu mencapai tingkat “tahu” pada objek yang diperkenalkan.
2. Afektif - perilaku dimana individu mempunyai kecenderungan untuk suka atau tidak suka pada objek.
3. Konatif - perilaku yang sudah sampai tahap hingga individu melakukan sesuatu (perbuatan) terhadap objek.
(Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_…)
Namun tingkat keberhasilan komunikasi persuasif juga dipengaruhi oleh tingkat kredibilitas yang dimiliki oleh komunikator tersebut. Bila sang komunikator bukan public figure yang dikenal oleh
masyarakat luas, maka tingkat keberhasilan komunikasi persuasif akan rendah.
Pada saat mengkampanyekan dirinya sebagari Capres AS, Obama juga sempat memasukkan video ke Youtube. Salah satu videonya berjudul “Yes We Can”. Dalam video tersebut, terlihat beberapa
penyanyi serta artis-artis yang sudah dikenal masyarakat luas. Selain dirinya sendiri yang kredibilitasnya sudah tidak diragukan lagi, Obama juga menggandeng artis-artis yang sudah dikenal
yang mendukungnya untuk ikut terlibat dalam kampanye. Video tersebut jelas sangat bisa mempengaruhi masyarakat yang menonton untuk mendukung dirinya. Ia juga jeli memilih Youtube sebagai
sarana untuk memasukkan video kampanyenya. Dalam sehari jumlah pengguna Youtube diperkirakan bisa mencapai jutaan. Terbukti dari dimasukkannya Video Obama tersebut jumlah viewer yang
tercatat sampai saat ini sudah berjumlah sekitar 16 juta orang.
Pada jaman globalisasi seperti saat ini, teknologi bukan hanya berkembang namun juga sudah menjadi bagian hidup dari masyarakat di dunia ini. Akses internet pun sudah bukan menjadi sesuatu
yang hanya bisa dinikmati beberapa kalangan. Komunikasi antar benua pun sudah bukan hal yang tidak mungkin lagi. Didasarkan hal itu juga, muncul teori Computer Mediated Communication (CMC).
CMC adalah komunikasi antar manusia, bisa dengan media komputer, ataupun media lain seperti telepon selular, atau bahkan menggunakan fenomena saat ini yaitu Blackberry. Saat ini, seluruh
pencipta teknologi komputer berlomba-lomba untuk membuat CMC lebih ‘user friendly’ agar mudah digunakan oleh semua orang. Ini juga diikuti oleh orang-orang dibalik suksesnya sebuah situs.
Semakin ‘user friendly’ sebuah situs, maka akan semakin tinggi jumlah pengguna situs tersebut. Sama halnya seperti Youtube, penggunaannya dibuat sedemikian ‘user friendly’ dan tidak muluk-muluk
membuat rating penggunanya luar biasa tinggi. Maka tidaklah mengherankan lagi bila banyak orang yang menggunakan Youtube sebagai sarana komunikasi persuasif. Selain itu, dalam penggunaan
video untuk mempengaruhi orang juga dinilai lebih efektif daripada membaca. Sebab tontonan video dapat diulang berkali-kali.
Ajeng friesiana 04120040215
Suharyatin Isnaenah 04120060004
August vivien Jocelyn 04120060057
Kemunculan dua artikel tentang Facebook tgs 1
Februari 13th, 2009 by feegreenyAjeng friesiana 04120040215
Suharyatin Isnaenah 04120060004
August vivien Jocelyn 04120060057
Facebook telah menjadi salah satu web sosial yang paling banyak dipakai. Jumlah pengguna Facebook diperkirakan telah mencapai
43 juta pengguna di seluruh dunia dan datang dari hampir semua kalangan.
Pada awal peluncuran Facebook di Harvard tahun 2004, Facebook hanya boleh dipakai oleh mahasiswa yang memiliki email kampus.
Namun saat ini, pengguna Facebook telah terbuka untuk semua orang.
Fenomena yang terjadi saat ini adalah, munculnya orang-orang berusia 35 keatas yang kebanyakan adalah orang tua sebagai pengguna Facebook juga.
Fenomena itu mungkin berawal dari munculnya situs Facebook for Parents yang mengajak para orang tua untuk bergabung dengan Facebook guna memantau
anak-anak mereka di Facebook.
Para orang tua tersebut bahkan ditawari kursus gratis untuk belajar menggunakan Facebook.
Nah, bagaimana tanggapan anak-anak yang orang tua mereka masuk dalam ‘Friend list’?
Ternyata rata-rata anak tersebut tidak menyetujui adanya Facebook for Parents yang memungkinkan orang tua mereka memahami Facebook
sampai akhirnya dapat memantau seluruh kegiatan anak-anaknya melalui Facebook. Anak-anak tersebut umumnya merasa kehilangan privasi mereka.
Awal mula munculnya Facebook for Parents mungkin bermula dari keinginan orang tua untuk tahu lebih dalam tentang kegiatan anak-anaknya. Banyak orang tua yang mungkin tidak
memiliki hubungan yang baik dengan anak-anaknya, sehingga muncul suatu pembatas yang menjauhkan hubungan mereka. Selain itu, dengan banyaknya muncul cyber crime juga menjadi
sumber kekhawatiran orang tua.
AFP, STEVE WEBB AND SHA
Februari 12th, 2009 by feegreenyAjeng Friesiana 04120040215
Suharyatin Isnaenah 04120060004
August Vivien Jocelyn 04120060057
I. Agence France Presse (AFP) Melarang Wartawan Mengutip Informasi Dari Situs-situs Dunia Maya
Fenomena yang menjadi konteks pelarangan Agence France Presse (AFP) kepada para wartawannya untuk tidak meengutip berita melalui media facebook, wikpedia dan sumber bertia maya lainnya pasca pembunuhan PM Pakistan Benazir Bhutto dan kaitannya dengan sang putra mahkota, dikarenakan salah satu wartawan AFP mengutip profil putra Benazir Bhutto, Bilawal Bhutto dari salah satu website atau situs jejaring sosial tersebut. Wartawan tersebut kemudian membuat berita dengan tambahan informasi yang dikutip dari website itu tanpa melakukan verifikasi dengan pihak terkait. Namun pada kenyataanya, profil yang diduga milik putra Benazir Bhutto, Bilawal Bhutto, adalah palsu. Majalah Time menemukan bahwa pemilik profil dalam situs jejaring Facebook itu ternyata bernama Bilawal Lawalib, bukan Bilawal Bhutto. Seorang laki-laki berusia 19 tahun dan berstatus sebagai mahasiswa Oxford.
Dari kasus tersebut AFP harus meminta maaf kepada publik sebagai bentuk pertanggungjawaban kantor berita yang informasinya juga sering dikutip dan dijadikan acuan media massa lain sebagai sumber berita. Dampak dari kejadian tersebut, mengakibatkan kredibilitas AFP sebagai kantor berita terpercaya, menjadi rusak. Sebelumnya AFP juga telah melarang wartawannya mengutip informasi dari Wikipedia. Menurut AFP, Wikipedia adalah ensiklopedia online yang updating informasinya dapat dilakukan oleh siapa saja. Setiap individu dari seluruh pelosok dunia bisa membuat, menambahkan atau menyunting informasi yang ada. Tetapi, tidak dapat mengetahui siapa yang melakukan updating itu dan akurasi dari informasi tersebut.
Sumber:
Facebook tackles Bhutto hoaxers,
Link: http://news.bbc.co.uk/1/hi/world/south_a…
Mau Percaya Blog?
Link: http://kulinerkita.multiply.com/reviews?…
Facebook dan Wikipedia Terlarang bagi Wartawan
Link: http://www.detikinet.com/index.php/detik…
Putra Bhutto Tebar Pesona di Internet
Link:
http://www.detikinet.com/read/2008/01/03…
II. Pemblokiran Profil Steve Webb Di Situs Jejaring Facebook
Desember 2007 lalu, Steve Webb dikejutkan dengan kenyataan bahwa halaman profil pribadinya dalam situs jejaring Facebook dinon-aktifkan. Pemblokiran tersebut dilakukan oleh pihak Facebook sendiri. Halaman profil Steve Webb dinon-aktifkan karena account profilnya dianggap sebuah account profil rekayasa atau palsu.
Steve Webb mendapat sebuah pesan yang ditulis pihak Facebook, menjelaskan bahwa Steve Webb melanggar peraturan standar yang ditetapkan Facebook untuk mencantumkan identitas diri asli. Mengetahui hal tersebut, Steve Webb membalas pesan tertulis tersebut dan menjelaskan bahwa pada saat mendaftar untuk bergabung dalam situs jejaring Facebook, Ia menggunakan identitas asli dengan mencantumkan nama aslinya sendiri. Pesan tertulis tersebut dikirim Steve Webb selain untuk membela diri, juga untuk memastikan bahwa account yang dimilikinya dalan situs jejaring Facebook tersebut asli, bukan rekayasa.
Di sisi lain, atas peristiwa yang melibatkan Steve Webb dan situs jejaring Facebook tersebut, Steve Webb mencurigai ketidak konsistenan situs jejaring Facebook dalam mengelola dan mengawasi account yang tergabung di dalamnya. Hal ini di dasari oleh penemuan halaman profil yang masih aktif atas nama Queen Elizabeth yang isinya disinyalir mengandung beberapa hal yang direkayasa, dengan kata lain, tidak asli. Selain mempertanyakan ketidak konsistenan pihak Facebook, Steve Webb juga mempetanyakan keaslian kepemilikan account yang mengatas namakan Queen Elizabeth tersebut.
Pada akhirnya, pihak situs jejaring Facebook sudah mengaktifkan kembali account Steve Webb dan meminta maaf atas pemblokiran halaman profilnya. Pemblokiran tersebut dilakukan pihak Facebook terhadap beberapa account pengguna situs jejaring social tersebut yang menggunakan nama kurang realistis. Mungkin dalam kasus ini nama Steve Webb dianggap kurang realistis oleh pihak Facebook.
Sumber:
“Facebook think I’m an impostor!”
Link: https://www.blogger.com/comment.g?blogID…
Steve Webb’s back on Facebook
Link: http://localfocus.blogspot.com/2007/12/s…
III. Kasus Bilawal Bhutto, Steve Webb dan juga kasus kematian misterius blogger Indonesia asal kota Solo ternyata dapat ditarik benang merahnya. Dari tiga kasus tersebut bisa dipastikan, masyarakat umum sebagai “penyantap” berita dan informasi tidak boleh langsung percaya terhadap informasi yang didapat dari situs-situs di dunia maya. Sudah bukan hal aneh lagi kalau sekarang-sekarang ini, masyarakat modern yang selalu haus berita, dapat dengan mudahnya mengakses situs-situs penuh informasi di dunia maya. Sebut saja Blog, bahkan ada istilah “Blog Walking” dalam komunitas para blogger. Blog adalah sebuah wadah yang memfasilitasi siapapun yang ingin menulis. Siapapun bebas menulis apapun yang dia suka. Ada pula Wikipedia, situs ini bisa dikatakan situs favorit si “jenius wanna be”, mulai dari definisi sampai beraneka ragam artikel bisa dicari di Wikipedia. Tapi ternyata, artikel-artikel yang terdapat di Wikipedia pun bisa disunting, diedit, di re-post oleh siapa saja dan kapan saja. Contoh lain adalah Facebook, salah satu situs jejaring social yang belakangan ini melejit nama dan eksistensinya. Seolah-olah facebook mengusung konsep “One Stop Function” yang memungkinkan bagi setiap penggunanya untuk mendapatkan kebutuhannya; entertainment (games, gossip, etc), Social life, bertukar pesan dan lain sebagainya.
Keakuratan informasi yang kita dapatkan dari situs-situs yang disebutkan di atas, sebenarnya harus dipertanyakan karena isi dari informasi-informasi yang tersebar di situs-situs tersebut dapat ditulis oleh siapa saja, bukan orang yang memiliki kompetensi di bidang yang ditulisnya dan apakah tulisan-tulisan di situs-situs tersebut bisa dipertanggung jawabkan, itu juga sampai saat ini masih dalam perdebatan.
Dalam Information Processing Theory dijelaskan bahwa siapa saja bisa menentukan dirinya di dunia maya. Dalam kaitannya dengan tiga kasus di atas terpapar dengan jelas Bilawal Lawalib bisa dengan mudahnya menjadi Bilawal Bhuto (mungkin karena merasa ada kemiripan dalam nama mereka). Sedangkan dalam kasus Sha si Blogger misterius, di sini Dan bisa dengan mudahnya menjadi identitas yang bukan dirinya (Sha) karena setelah ditelusuri ternyata gaya penulisan dua karakter tersebut sama dan saat diminta klarifikasi, bisa dikatakan Dan tidak memberi informasi yang jelas. Berbeda dengan Steve Webb yang menjadi korban dalam hal ini. Mengapa demikian? Karena Steve Webb yang mengungkapkan identitas dirinya sendiri justru dianggap sebagai penipu dengan memalsukan identitas.
Identitas yang diciptakan masing-masing individu dalam dunia virtual, seperti yang disebutkan dalam Information Processing Theory mengundang banyak kontroversi dan sebagian besar berdampak negatif. Karena kita tidak berkomunikasi face to face dengan orang yang “berbicara” dengan kita di dunia virtual, oleh karena itu peluang terjadinya penipuan sangatlah besar.
Sumber:
* http://www.detikinet.com/read/2005/08/22…
* http://www.detikinet.com/read/2005/08/26…
* http://www.detikinet.com/read/2005/08/26…
* http://www.detikinet.com/read/2005/08/25… Identity and deception in the virtual community
http://72.14.235.132/search?q=cache:YLHQ…
Pengaruh Penggunaan Facebook terhadap Kehidupan Sosial
Februari 6th, 2009 by feegreenyAjeng Friesiana 04120040215
suharyatin isnaenah 04120060004
August vivien jocelyn 04120060057
Saat ini, siapa yang tidak kenal Facebook? Dapat dikatakan bahwa popularitas Facebook saat ini sedang mencapai titik puncaknya. Bahkan mendahului beberapa pendahulunya, seperti Friendster.
Banyaknya pengguna Facebook mungkin dipengaruhi oleh keunggulan sitenya yang tidak dimiliki oleh site-site lain. Bila anda salah satu pengguna Facebook, tentunya anda sudah tidak asing lagi dengan fitur Tag. Fitur Tag tersebut terutama banyak dipakai dalam Photo Album. Fitur Tag memungkinkan anda untuk melabeli foto-foto tersebut dengan nama teman yang ada dalam Friend List Facebook anda. Foto yang sudah di-Tag pun secara otomatis muncul dalam album foto teman anda.
Selain fitur tadi, keunggulan Facebook lain adalah adanya News Feed yang akan muncul setiap kali anda log in. Segala hal mengenai teman-teman yang baru di update dapat segera anda ketahui. Sehingga anda tidak akan ketinggalan informasi mengenai teman-teman anda.
Pengaruh Facebook dalam kehidupan sosial sangat besar, di lingkungan sosial facebook dapat menjadi wadah dimana setiap orang dapat mengenal orang baru yang berasal dari berbagai belahan dunia dan daerah,, tanpa harus bertemu dan berkomunikasi secara face to face, bisa berkomunikasi dengan kawan lama yang sudah lama tidak berjumpa,,,mengetahui segala macam informasi yang up to date dari teman - teman yang bergabung dalam lingkungan pertemanan Facebook, dapat membangun relasi bisnis karna mulai banyak individu maupun coorporate yang mengiklankan bisnisnya, pengiriman pesan dari satu orang bisa di terima oleh banyak orang.
Facebook terutama sangat berguna untuk mencari teman-teman lama anda. Sebab secara otomatis Facebook akan memperlihatkan beberapa teman yang mungkin anda kenal dari jaringan teman anda sendiri, menarik juga kan?